Cara Kerja Bagi Hasil antara Mitra dan Pemilik Franchise Bisnis #Startfranchise
Salah satu pertanyaan paling krusial sebelum bergabung dengan bisnis franchise adalah bagaimana sistem bagi hasil antara mitra dan pemilik franchise bekerja. Skema ini sangat menentukan keuntungan, arus kas, serta keberlanjutan kerja sama dalam jangka panjang.
Memahami mekanisme bagi hasil sejak awal akan membantu calon mitra menghindari kesalahpahaman, sekaligus memastikan bahwa kerja sama berjalan secara adil dan profesional.
Pengertian Sistem Bagi Hasil dalam Franchise
Dalam bisnis franchise, bagi hasil adalah mekanisme pembagian pendapatan atau keuntungan antara franchisor (pemilik merek dan sistem) dan franchisee (mitra operasional). Skema ini ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama dan dituangkan secara tertulis dalam perjanjian franchise.
Bagi hasil bukan sekadar pembagian uang, tetapi mencerminkan pembagian peran, risiko, dan kontribusi dari masing-masing pihak dalam menjalankan bisnis.
Bentuk Umum Skema Bagi Hasil Franchise
Pada praktiknya, sistem bagi hasil franchise dapat diterapkan dalam beberapa bentuk yang umum digunakan di Indonesia. Salah satunya adalah persentase dari omzet kotor, di mana mitra menyetor bagian tertentu dari total penjualan kepada franchisor secara berkala.
Ada juga skema pembagian dari laba bersih, yang dilakukan setelah seluruh biaya operasional dikurangkan. Skema ini biasanya menuntut transparansi laporan keuangan yang lebih detail dan sistem pencatatan yang rapi.
Beberapa franchise juga menggabungkan bagi hasil dengan royalty fee tetap, sebagai kompensasi penggunaan merek, sistem, dan dukungan operasional dari franchisor.
Faktor yang Mempengaruhi Besaran Bagi Hasil
Besaran bagi hasil tidak ditentukan secara sembarangan. Kekuatan merek, tingkat dukungan franchisor, sistem operasional, dan potensi pasar menjadi faktor utama dalam penentuan skema ini.
Franchise dengan brand kuat dan sistem matang biasanya memiliki persentase bagi hasil yang lebih tinggi. Sebaliknya, franchise yang masih berkembang cenderung menawarkan skema yang lebih fleksibel untuk menarik mitra.
Yang terpenting, besaran bagi hasil harus sebanding dengan manfaat dan dukungan yang diterima mitra, bukan sekadar mengikuti nama besar brand.
Hak dan Kewajiban dalam Sistem Bagi Hasil
Dalam sistem bagi hasil, franchisor berkewajiban menyediakan hak penggunaan merek, SOP, pelatihan, pembinaan, dan dukungan pemasaran. Sementara mitra bertanggung jawab atas operasional harian, pengelolaan karyawan, serta pencapaian target penjualan.
Bagi hasil yang sehat hanya dapat berjalan jika hak dan kewajiban kedua belah pihak dijalankan secara konsisten. Ketimpangan kontribusi sering kali menjadi sumber konflik dalam kerja sama franchise.
Pentingnya Transparansi dan Laporan Keuangan
Transparansi adalah kunci utama keberhasilan sistem bagi hasil. Pencatatan omzet, biaya, dan laba harus dapat diakses dan diverifikasi oleh kedua pihak. Tanpa transparansi, kepercayaan akan sulit dibangun dan kerja sama berisiko tidak berumur panjang.
Oleh karena itu, franchise profesional biasanya sudah memiliki sistem laporan keuangan standar dan mekanisme audit internal untuk menjaga keadilan dalam pembagian hasil.
Hal yang Wajib Diperhatikan Sebelum Menyetujui Bagi Hasil
Sebelum menandatangani perjanjian franchise, mitra wajib memahami dasar perhitungan bagi hasil, waktu pembayaran, serta kondisi khusus yang memengaruhi pembagian keuntungan. Jangan ragu untuk menanyakan detail, termasuk simulasi keuangan dalam kondisi normal dan terburuk.
Bagi hasil yang terlihat kecil di atas kertas bisa menjadi beban besar jika tidak dihitung dengan matang. Inilah pentingnya analisis bisnis sebelum memulai kerja sama franchise.
Sistem bagi hasil dalam franchise bukan soal siapa yang mendapatkan lebih banyak, tetapi bagaimana menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan dan berkelanjutan. Skema yang adil, transparan, dan sesuai regulasi akan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan bisnis franchise.
Dengan pemahaman yang tepat, mitra tidak hanya menjadi operator, tetapi partner strategis dalam pengembangan brand franchise.
Kesimpulan
Ingin memahami sistem bagi hasil franchise secara lebih mendalam dan terukur?
Melalui Franchise Academy by Start Franchise, kamu akan belajar langsung tentang struktur kerja sama franchise, perhitungan bagi hasil yang sehat, analisis profit dan risiko, hingga membaca perjanjian franchise secara cerdas.
Franchise Academy dirancang untuk membantu calon mitra dan calon franchisor agar tidak terjebak kerja sama yang merugikan dan mampu membangun bisnis franchise dengan strategi, data, dan mindset yang tepat.
Di sini, kamu akan mendapatkan insight praktis, studi kasus nyata, dan framework bisnis franchise yang dapat langsung diterapkan, baik untuk memulai maupun mengembangkan jaringan franchise.
📩 Tertarik bergabung dengan Franchise Academy by Start Franchise?
Hubungi kami melalui WhatsApp +62-856-1010-888,
email startfranchise.id@gmail.com,
atau DM Instagram & TikTok @startfranchise.id.
Mulai perjalanan bisnismu dengan pemahaman yang benar bersama Franchise Academy by Start Franchise.
🔗 https://www.startfranchise.id/franchise-academy